Wednesday, 8 November 2017

Pegang anjing hukum forex


69840. MEMELIHARA ANJING, MENYENTUH DAN MENCIUMNYA Memelihara anjing termasuk najis, akan tetapi jika seorang muçulmano memelihara anjing sekedar untuk keamanan rumah dan dia ditempatkan di luar di ujung komplek. Bagaimana dia mensucikan dirinya Apa hukumnya jika dia tidak mendapatkan debu atau tanah untuk membersihkan dirinya Apakah ada benda pengganti yang dapat digunakan seorang muçulmanos untuk membersihkan dirinya Kadang-kadang orang itu membawa anjing tersebut untuk berlari, kadang anjing tersebut merangkul dan menciumnya Data de publicação: 2010- 06-22 Pertama: Syariat yang suci telah mengharamkan memeliharat anjing. Siapa yang menentang ajaran ini (dengan memelihara anjing) maka akan dihukum dengan mengurangi kebaikannya sebanyak satu qirath atau dua qirath setiap hari. Dikecualikan dalam hal ini jika memelihara bertujuan untuk berburu, menjaga ternak dan menjaga pertanian. Dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu saw bersabda, (1605161416061616 15751578161716141582161415841614 1603161416041618157615751611 157316161604157516171614 160316141604161815761614 160516141575158816161610161415771613 1548 157116081618 158916141610161815831613 1548 157116081618 158616141585161815931613 1548 157516061618157816151602161615891614 1605161616061618 1571158016181585161616071616 16031615160416171614 161016141608161816051613 16021616161015851614157515911612) 1585160815751607 1605158716041605 1575 quotSiapa Yang memelihara Anjing, kecuali Anjing untuk menjaga hewan ternak, Bertrand Dali Abdullah Bin Umar, radhiallahu anhuma, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, quotSiapa yang memelihara anjing, kecuali anjing Untuk memelihara ternak, atau berburu, maka akan dikurangi amalnya setiap hari sebanyak dua q Irath. quot (HR. Bukhari, no. 5163, muçulmano, não. 1574) Apakah dibolehkan memelihara anjing untuk menjaga rumah Imam Nawawi berkata, quotDiperselisihkan dalam hal memelihara anjing selain untuk tujuan yang tiga di atas, seperti untuk menjaga rumah, jalanan. Pendapat yang lebih kuat adalah dibolehkan, sebagai qiyas dari ketiga hal tersebut, karena adanya illat (alasan) yang dapat disimpulkan dalah hadits, yaitu: Kebutuhan. quot selesai Syarh Muslim, 10236. Syekh Ibn Utsaimin rahimahullah berkata, quenDengan demikian, rumah yang terletak di Tákkota, tidak ada alasan untuk memelihara anjing untuk keamanan, maka memelihara anjing untuk tujuan tersebut dalam kondisi seperti itu diharamkan, tidak boleh, dan akan mengurangi pahala pemiliknya satu qirath atau dua qirath setiap harinya. Mereka harus mengusir anjing tersebut dan tidak boleh memeliharanya. Adapun kalau rumahnya terletak di pedalaman, sekitarnya sepi tidak ada orang bersamanya, maka ketika itu dibolehkan memelihara anjing untuk keamanan rumah dan orang yang ada di dalamnya. Menjaga penghuni rumah jelas lebih utama dibanding menjaga hewan ternak atau tanaman. quot Selesai Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin, 4246. Dalam mengkompromikan riwayat antara satu qirath dan dua qirath terdapat beberapa pendapat Al-Hafiz Al-Aini rahimahullah berkata, Kemungkinan perbedaan keduanya tergantung macam anjingnya, Salah satunya lebih berbahaya. Ada juga yang mengatakan bahwa dua qirath jika memeliharanya di kota dan desa, sedangkan yang satu qirath, jika memeliharanya di pedalaman. Ada juga yang mengatakan bahwa kedua riwayat tersebut disampaikan dalam dua zaman yang berbeda. Pertama disampaikan satu qirath, kemudian ancamannya ditambah, lalu disebut dua qirath. Umdatul Qari, 12158 Kedua: Adapun ucapan penanya bahwa quotMemelihara anjing adalah meyimpan najisquot tidak dapat dibenarkan secara mutlak. Karena yang dikatagorikan najis adalah bukan anjingnya, tapi liurnya apabila dia minum dari sebuah wadah. Siapa yang menyentuh anjing atau disentuh anjing, maka tidak wajib baginya mensucikan dirinya, tidak dengan debu, tidak pula dengan air. Jika seekor anjing minum dari sebuah wadah, maka air di wadah tersebut harus ditumpah dan dicuci sebanyak tujuh kali, yang kedelapan dicuci dengan debu, jika dia ingin menggunakannya. Jika wadah tersebut khusus dia gunakan untuk anjing, maka tidak perlu disucikan. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu saw bersabda, (1591161516071615160815851615 1573161616061614157515691616 157115811614158316161603161516051618 15731616158416141575 160816141604161415941614 16011616161016071616 15751604160316141604161815761615 157116061618 1610161415941618158716161604161416071615 158716141576161815931614 16051614158516171614157515781613 15711615160816041575161416071615160616171614 157616161575160415781617161515851614157515761616) 1585160815751607 1605158716041605 (279 (quotSucinya wadah kalian apabila dijilat anjing, adalah dengan dibasuh sebanyak Tujuh kali, basuhan Pertama Dengan Debu. quot (HR. Muçulmano, nº 279) Dalam sebuah riwayat Muçulmano, (Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda), que é um homem que é um homem do sexo feminino. N. ° 280) Syaikhul Islam rahimahullah berkata, quotAdapun tentang anjing, para ulama berselisih dala M tiga pendapat Pertama, bahwa anjing adalah suci, termasuk liurnya. Ini adalah mazhab Malik. Kedua, bahwa anjing adalah najis termasuk bulunya. Ini adalah mazhab SyafiI, dan salah satu dari dua pendapat dalam mazhab Ahmad. Ketiga, bulu anjing suci, sedangkan liurnya najis. Ini adalah pendapat mazhab Abu Hanifah dan salah satu pendapat dari dua pendapat dalam mazhab Ahmad. Pendapat ketiga adalah pendapat yang paling benar. Maka jika bulu anjing yang lembab menempel pada baju atau tubuh seseorang, hal itu tidak membuatnya najis. quot Majmu Fatawa, 21530. Beliau berkata di tempat lain quotHal demikian, karena asal pada setiap benda adalah suci, maka tidak boleh menyatakan sesuatu najis atau haram kecuali Berdasarkan dalil. Sebagaimana firman Alá Taala, (160816141602161415831618 1601161415891617161416041614 160416141603161516051618 160516141575 1581161415851617161416051614 1593161416041614161016181603161516051618 157316161604157516171614 160516141575 1575159016181591161716151585161615851618157816151605 15731616160416141610161816071616) 1575160415711606159315751605119 1548 Padahal Sesungguhnya Alá telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. (QS. Al-Anam: 11) Allah juga berfirman, como Allah Sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka sehingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. quot (QS At-Taubah: 115) Jika demikian halnya, maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, quotSucinya wadah kalian apabila dijilat anjing, adalah dengan dibasuh sebanyak tujuh kali, basuhan pertama dengan debu. quot (HR. Muçulmano, nº 279) Dan dalam hadits lain (Rasulullah shallallahu Alaihi wa sallam bersabda), quotJika anjing menjilati wadah. quot (HR. Muslim, no 280) Hadits-hadits tentang masalah ini seluruhnya hanya menyebutkan jilatan anjing, dan tidak menyebutkan bagian tubuh lainnya. Maka dengan demikian, penetapan (bagian lain dari tubuhnya) sebagai najis dilakukan berdasarkan qiyas (perbandingan). Begitu juga, Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberi keringanan (membolehkan) memelihara anjing buruan, penjaga hewan ternak dan pertanian. Maka tentu saja siapa yang memeliharanya akan tersentuh bulunya yang lembab sebagaimana dia akan tersentuh bulu lembab keledai dan semacamnya. Maka pendapat bahwa bulu anjing termasuk najis dalam keadaan demikian, termasuk perkara memberatkan, diangkat dari umat ini. quot Majmu Fatawa, 21617, 619 Namun yang lebih hati-hati adalah apabila seseorang menyentuh anjing dengan tangannya yang basah, atau anjingnya basah, hendaknya dia mencucinya Sebanyak tujuh kali, salah satunya dengan tanah. Demikian dikatakan por Syekh Ibnu Utsaimin. Adapun menyentuh anjing, jika tidak dalam kondisi basah, maka hal itu tidak membuat tangan menjadi najis. Adapun menyentuhnya dalam keadaan basah, hal tersebut dalam membuat tangan menjadi najis berdasarkan pendapat sebagian besar ulama. Wajib mencuci tangannya sebanyak tujuh kali, salah satunya dengan tanah. quot Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin, 11246. Ketiga. Cara mensucikan najis anjing adalah sebagaiman telah dijelaskan sebelumnya dalam jawaban soal, no. 41090, 46314. Yang wajib adalah mencuci najis anjing sebanyak tujuh basuhan, salah satunya dengan tanah. Jika tanah mudah didapatkan, maka wajib menggunakannya dan tidak dapat diganti dengan yang lainnya. Adapun jika tidak mendapatkan tanah, tidak mengapa menggunakan alat pembersih lainnya seperti sabun. Keempat. Penanya menyatakan bahwa mencium anjing menyebabkan berbagai macam penyakit. Banyak penyakit yang menimpa seseorang akibat tindakannya yang bertentangan dengan syariat dengan mencium anjing dan minum di wadahnya sebelum disucikan. Di antaranya, penyakit Pastrela, yaitu penyakit yang disebabkan bakteri Daintaranya juga penyakit Kantong air yaitu termasuk penyakit benalu yang menyerang dalam isi perut orang dan hewan. Serangan yang paling mematikan pada hati dan kedua jantung, setelahnya mengeringkan perut dan (menyebar) keseluruh tubuh. Penyakit ini akan menimbulkan cacing pita yang disebut Ikankus Carnilusis, yaitu cacing kecil yang panjangnya mencapai 2-9 mm, terdiri dari tiga ruas, kepala dan leher. Bagian kepalanya terdapat empat alat penghisap. Dan cacing ini hidup di ujung usus tambahan yang seringkali berada pada anjing, kucing, musang dan srigala Lalu penyakitnya akan berpindah ke manusia yang sangat mencintai anjing, apabila dia menciumnya atau meminum dari wadahnya. Lihat Buku Amrad Al-Hayawaanat Al-Alifah allati Tushiibul-Insan, por exemplo, DR. Ali Ismail Ubaid As-Sanafi. Kesimpulannya: Tidak diperbolehkan memelihara anjing kecuail untuk berburu atau menjaga hewan ternak dan tanaman. Boleh juga untuk menjaga rumah dengan syarat tempatnya berada di perkampungan dan denan syarat tidak tersedia sarana yang lain. Tidak selayaknya seorang muslim mengikuti cara orang-orang kafir berlari bersama anjing, menyentuh mulutnya atau menciumnya yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Alhamdulillah, kita diberi syariat yang sempurna ini, yang bertujuan untuk memperbaiki agama dan dunia manusia. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Soal Jawab Tentang IslamALhamdulillah, kita dah dengar banyak ilmu tentang kenajisanketidaknajisan anjing. Minta tuan2 ilmuwan al ahkam terangkan hukum beserta dalilnya untuk membela anjing, bagi tujuan peliharaan (pet). Pemeliharaan anjing sebagai hobi atau pet. Penjelasannya boleh saja ditemui dalam kitab yang masyhur, alHalal wal Haram fil Islam por prof. Dr. Yusof alQardhawi yang telah lama diterjemah dan beredar dalam pasaran. Kata alQardhawi, hukum membela anjing sebagai pet (hobi) adalah haram, yakni diharamkan por aí RasuluLlah viu. Dalilnya: Dari Sufyan bin Abu Zuhair, bahawa Nabi viu bersabda, 8221 Barangsiapa mmelihara anjing bukan utk menjaga ladang atau ternak, maka setiap hari pahalanya bekrurangan satu qirath.8221 Bukhari-Muslim dan semua ahli hadith yg lain Inilah juga pendapat majoriti madzhab, antaranya Syafi8217iy , Hambali, Maliki dan Zahiri (alMajmuu8217, IX234) Antara alasan-alasan fuqaha8217 seperti Ibn Hajar ialah: 1. Ia menakutkan jiran-jiran dan orang lalu lalang di luar rumah kita atau orang yg mengunjunginya 2. berkurangnya pahala kepada pemeliharanya 3. Keengganan Malaikat Masuk rumah yang ada anjing 4. Ada anjing yang menjadi dari jelmaan anjing (anjing hitam pekat) 5. Tabi8217at anjing yang suka menjilat dan kenajisan jilatan itu mungkin menyukarkan pemeliharanya. (Al-Fath, X395) Ada pendapat yang mengatakan ia makruh sahaja kerana tiada larangan yang tegas dan lugas, demikian kata Ibn Abdil Barr (atTamhid, 14221). Kata al-Qardhawi, walaupun majoriti fuqaha8217 mengatakan haram, hakikat sebenarnya Islam tidaklah melihat anjing dengan keras, kasar dan harus membunuhnya. Dalil: hadith Jabir ra, 8221 kalau bukan kerana anjing-anjing itu satu ummat di antara umat-umat yang lainnya, niscaya aku perintahkan membunuhnya. (HR atTermidzi dan Abu Daud, dinilai sahih oleh al-Albani dalam Ghayatul Maram) 1. Berdasarkan dalil-dalil yang banyak, maka pemeliharaan anjing sebagai hobi adalah dilarang por RasuluLlah viu dengan berita-berita yang tidak menggembirakan kepada pemeliharanya. 2. Walaupun anjing ditegah menjadi hobi, islamismo tidaklah bersikap keras kepada anjing jika ada keperluan seperti unidade anjing di jabatan kepolisian, menjaga ternakan dan tanaman. Ayah saya ade membela anjing di rumah. kerana kawasan rumah kami tidak selamat dan sering ade cubaan utk pecah masuk rumah. adakah ini salahkami tidak bersetuju dan sering meminta ayah untuk membuang anjing tersebut. Namun ayah tidak setuju dan pernah merajuk. macam mana saya nak atasi masalah ini. sekarang ni pon kami da was2 dengan kebersihan rumah kami. Ayah saya ade membela anjing di rumah. kerana kawasan rumah kami tidak selamat dan sering ade cubaan utk pecah masuk rumah. adakah ini salahkami tidak bersetuju dan sering meminta ayah untuk membuang anjing tersebut. Namun ayah tidak setuju dan pernah merajuk. macam mana saya nak atasi masalah ini. sekarang ni pon kami da was2 dengan kebersihan rumah kami. Jika alasan ayah saudari adalah untuk menjaga keselamatan, ia tidak menjadi masalah. Yang terlarang membela sebagai pet tanpa keperluan. Wallahua8217lam. Saya ada bela tiga ekor anjing di rumah (x masuk dalam rumah). Asalnya untuk jaga kebun (dirantai) tapi disebabkan suami tiada di rumah, menjadi satu masalah kepada kami untuk memberi makan. Akhirnya anjing dilepaskan dan mereka datang ke kawasan rumah. Siang saya kurung tapi malam saya lepas atas faktor keselamatan (suami tiada di rumah, hanya tinggal saya dan anak-anak yang masih kecil). Tapi kami sekeluarga tak sentuh anjing tersebut tanpa keperluan. Cuma suami dan anak sulung yang berurusan dengan anjing atas faktor memandikan dan periksa kesihatan. Apa hukumnya Insya-allah tiadam masalah membela anjing bila ada keperluan

No comments:

Post a Comment